Ditulis pada tanggal 6 September 2018, oleh Dian Indah Shofarini, pada kategori Uncategorized

Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI) menggelar kembali pertemuan tahunan di Institut Pertanian Bogor (IPB) International Convention Centre, Bogor. Pertemuan ini diselenggarakan pada tanggal 28 Agustus 2018 atas kerja sama S2 Perencanaan Wilayah (PWL) IPB dan S1 Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) Universitas Pakuan.

Dalam pertemuan tahunan ini diselenggarakan pula Seminar Nasional ASPI dengan tema “Perencanaan Wilayah, Kota, dan Desa Terintegrasi yang Berkelanjutan, Berimbang, dan Inklusif”. Kegiatan Seminar Nasional dan pertemuan tahunan ini selanjutnya akan diikuti dengan acara kunjungan lapangan (field excursion).

ASPI yang didirikan pada tanggal 31 Maret 2000 merupakan himpunan sekolah-sekolah perencana Indonesia dan merupakan organisasi sukarela, nirlaba, dan non politik, dengan manfaat dan kerja sama yang saling menguntungkan. Tujuan didirikan ASPI yakni mempercepat pengembangan dan penyebarluasan ilmu dan profesi perencanaan di Indonesia.

Selain itu, asosiasi ini bertujuan meningkatkan keberadaan ilmu perencanaan dalam kelompok disiplin ilmu yang berdiri sendiri, mendorong sekolah-sekolah perencanaan untuk mengembangkan pendidikan perencanaan. serta memfasilitasi sekolah-sekolah perencanaan dalam bekerjasama dengan lembaga atau instansi pemerintah, swasta, masyarakat, baik nasional maupun internasional.

2(1)PS S1 PWK sendiri bergabung dengan ASPI sejak awal berdirinya ASPI dengan nomor keanggotaan 11. Saat ini Agus Dwi Wicaksono Ketua Program Studi S1 PWK mendapat amanah untuk menjadi wakil ketua organisasi yang terdiri dari 60 lebih sekolah perencana seluruh Indonesia. Dalam pertemuan tersebut diskusi lebih mengarah tentang persiapan akreditasi BAN-PT dan peningkatan kualitas dari jaringan jurnal anggota ASPI.

“Kami berdiskusi bagaimana agar badan-badan penerbit jurnal di masing-masing sekolah perencana bisa terakreditasi, sehingga rencana pertemuan ASPI Tahun 2019 yang akan diadakan di Pontianak mendatang digelar dengan agenda utama pelatihan menuju jurnal terkareditasi,” terang Septiana Haryani mewakili Ketua PS S1 PWK.

PWK sendiri mempunyai dua penerbit jurnal yakni jurnal PURE dan Tata Kota Daerah (Takoda) yang rencananya juga akan mengirimkan wakilnya untuk mengikuti pelatihan tersebut tahun depan dengan harapan supaya badan penerbit tersebut bisa terakreditasi nasional bahkan terindeks scopus. (AA)