Ditulis pada tanggal 14 September 2018, oleh Dian Indah Shofarini, pada kategori Uncategorized

Keseruan program tahunan S2 Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) bekerja sama dengan Kyoto University masih menjadi cerita bersambung. Tanggal 2-13 Agustus 2018 tiga mahasiswa S2 merasakan musim panas di Negeri Sakura. Tak hanya merasakan matahari Jepang yang hangat, tapi juga sambutan dan keramahan yang hangat dari tuan rumah. Aura keakraban juga terpancar dari 46 peserta berbagai negara seperti Jepang, Thailand, Myanmar, Vietnam, dan Taiwan yang tergabung dalam Resilient Society Development Under Changing Climate (RSDC) 2018 .

Welcome party di Kyoto University (Kyodai) menjadi awal dari perjalanan Ayunda Gading Mahayu (Yuke), Petronella (Nella) dan Rizky Latief (Rizky). “Kami langsung bisa akrab dengan peserta lain di welcome party,” terang  Nella dengan mata berkaca karena mengaku masih rindu menjalani program summer course tersebut.

Kegiatan ini  langsung dibimbing oleh Prof Hiroyasu Ohtsu sebagai project leader Kyoto University re-inventing Japan Project International Program on RSDC di Depertemen Urban Management. Suasana perkuliahan yang akrab dirasakan selama enam hari dengan metode penyampaian materi, diskusi dan presentasi tentang disaster and help risk menagemet for liveable cities. Program yang dibiayai parsial oleh beasiswa Jaso ini sangat dirasa manfaatnya oleh FB_IMG_1535129982496(1)Rizky.

”Hal yang paling berkesan bagi saya adalah keramahan mereka (mahasiswa Jepang, red) dalam menyambut kami, toleransi sangat ditunjukkan walaupun kami minoritas (beragama Islam, red). Dosen-dosen dan teman-teman asyik dan ramah banget, kami selalu ditemani tuan rumah (mahasiswa Jepang) sampai masuk hotel. Selain itu, kami juga dikenalkan tentang Kyoto sebagai kawasan herritage di Jepang, kaya Jogjanya Indonesia,” imbuh Yuke menceritakan pengalaman selama disana dengan penuh semangat.

FB_IMG_1533632816685(1)Tak melulu di kampus, peserta RSDC juga diajak ke beberapa lokasi seperti Newjec Inc. dalam kegiatan one day internship. Ketertarikan peserta semakin bertambah ketika mengetahui bahwa Newjec Inc. adalah salah satu perusahaan terbesar di Jepang yang bergerak di bidang konsultan teknik terpadu untuk menyediakan jasa rekayasa survei, perencanaan, perancangan dan manajemen konstruksi untuk pembangunan infrastruktur sosial, salah satunya di bidang flood management.

Tak berhenti disitu, peserta yang dibagi menjadi 7 kelompok diskusi ini diajak untuk melihat langsung ke Amagase Dam dan Museum Lake Biwa dalam acara filed trip dimana dam tersebut tak hanya berfungsi sebagai dam pengendalian banjir tetapi  juga mendukung pembangkit listrik tenaga air dan menciptakan reservoir yang lebih rendah. Museum Lake Biwa merupakan museum tempat menyimpan flora dan fauna yang diawetkan sejak pembangunan Amagase Dam. Keberuntungan tim S2 PWK ini semakin lengkap dengan pengalaman melihat laangsung Festival Hanabi yakni festival tahunan kembang api terbesar di Jepang pada tanggal 7 Agustus 2018.

1535867758289(1)“Tak cukup rasanya dua minggu kami disana, jika Tuhan mengijinkan kami akan kembali kesana, teman-teman disana juga berencana ke Indonesia,” sambung Rizky. Suasana haru mengiringi farewell party summer course 2018 ini. Satu hal yang paling dirasa peserta S2 PWK UB adalah kapanpun keluarga besar FT-UB berkunjung akan diterima dengan tangan terbuka di Kyoto University. (AA/mic)