Ditulis pada tanggal 19 Oktober 2018, oleh Dian Indah Shofarini, pada kategori Berita, Mahasiswa

3(4)Achmad Rizal Lullah K. mahasiswa Program Studi S1 Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) telah mengharumkan nama Fakultas Teknik khususnya PWK. Icung begitu sapaan akrabnya untuk teman-teman di angkatan 2015, telah menorehkan kembali prestasi di lapangan bulutangkis dalam ajang Brawijaya Badminton Challenge 4 Tahun 2018 (BBC 4) yang diselenggarakan oleh Unit Aktivitas Bulu Tangkis Universitas Brawijaya pada tanggal 28 Agustus-1 September 2018.

BBC 4 merupakan pertandingan bulutangkis se-Jawa dan Bali dengan mengusung tema Love Your Passion Be The Champion, yang diikuti oleh siswa Sekolah Menengah Atas (SMA) dan mahasiswa. Dalam ajang tersebut mahasiswa dari tiga bersaudara ini mendapat kemenangan di dua kategori yakni Juara 1 Tunggal Mahasiswa Putra dan Juara 1 Beregu Campuran Mahasiswa.

Atlit bulutangkis yang mengidolakan Taufiq Hidayat ini pernah menjurai beberapa kejuaraan lain diantaranya:

  1. Juara 1 Liga Mahasiswa  East-Java Conference – Sub Conference Malang 2017 Kategori Tunggal Putra
  2. Juara 1 Universitas Tribhuwana Tunggadewi Cup 12th Badminton Championships 2017 Kategori Tunggal Putra
  3. Juara 1 Invitasi Bulutangkis Mahasiswa Brawijaya Cup 10 Tahun 2017 Kategori Tunggal Putra
  4. Juara 2 Ganda Putra UNIOR CUP III Tahun 2018
  5. Juara 3 Ganda Campuran UNIOR CUP III Tahun 2018

1(2)Prestasi itu tidak dicapainya dengan mudah. “Saya sudah mulai masuk berlatih badminton di club di Pasuruan sejak umur 6 tahun, dan mulai bermain dengan raket sejak TK,” terang mahasiswa yang bercita-cita menjadi kontraktor itu. Dia mengaku pula menjaga asupan gizi dengan tidak mengkonsumsi es dan junk-food serta banyak mengkonsumsi sayur sebagai makanan favoritnya.

Mahasiswa yang kini menggeluti bidang alih fungsi lahan ini mengaku tidak akan meninggalkan dunia bulutangkis meskipun kini dia berkuliah di PWK dan nantinya akan bekerja di luar bidang bulutangkis. Harapan yang besar dari mahasiswa kelahiran 29 November 1996 ini untuk menularkan semangat untuk regenerasi atlit bulutangkis dari mahasiswa Universitas Brawijaya sehingga bisa membawa nama Universitas Brawijaya dan mengukir prestasi dalam dunia bulutangkis. (AA)