Ditulis pada tanggal 8 Desember 2018, oleh Dian Indah Shofarini, pada kategori Uncategorized

pwk nimas (3)Ajang pemilihan Kangmas Nimas Kabupaten Madiun mencapai puncaknya pada tanggal 17 Nopember 2018. Berlokasi di Pendopo Ronggo Djoemeno, Mejayan, Kabupaten Madiun Ike Karwinto Putri, mahasiswi angkatan 2014 Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK) melaju pada babak grand final bersama total 10 finalis nimas dan 10 finalis kangmas.

Bersama total 163 pendaftar, Ike begitu sapaannya menjalani serangakaian tes diantaranya tes tulis, wawancara dan tes bakat. Tes yang dijalaninya dimulai dari tes tulis yang diantaranya menguji seberapa jauh pengetahuan umum dan akademik pendaftar. Tes wawancara merupakan tes lanjutan setelah tes tulis yang mengasah kemampuan di bidang bahasa inggris, pengetahuan umum dan kepariwisataan. Tes terakhir yakni tes bakat, tes ini mewajibkan pendaftar mempersembahkan bakat yang dimiliki peserta diantaranya menari, menyanyi, membaca puisi, menjadi pembawa acara. Hal berbeda dipersembahkan oleh Ike, mahasiswi yang sedang menempuh Tugas Akhir ini menunjukkan bakat public speakingnya tentang pariwisata di Kabupaten Madiun dengan konsep community based tourism.

Sepuluh pasang kangmas nimas terpilih di babak grand final, pertanyaan dari dewan juri yang terdiri dari Ketua Ikatan Alumni Puteri Indonesia Jawa Timur, Dinas Pariwisata Kabupaten Madiun, Ketua Kelompok Sadar Wisata, dan Kangmas Nimas Tahun 2016 satu per satu dijawab oleh para finalis. Dari sepuluh pasang terpilih menjadi lima besar grand finalis yang mendapat pertanyaan lanjutan. Dari penilaan selama 3 hari karantina mulai Tanggal 15 Nopember 2018 dan grand final maka terpilihlah Ike Karwinto Putri sebagai Nimas dan Syuhud Alfadol dari SMAN 1 Mejayan menjadi Kangmas Kabupaten Madiun Tahun 2018.

pwk nimas (9)“Tugas utama kami menjadi Kangmas dan Nimas Madiun adalah mempromosikan pariwisata Kabupaten Madiun. Wisata Madiun yang bisa menjadi rekomandasi diantaranya Kampung pesilat, disana ada padepokan silat yang bisa dijadikan rekomendasi untuk mempelajari ilmu silat. Selain itu, ada Watu Rumpuk yakni bukit yang disulap menjadi wahana foto yang asyik, wahana ini telah mendapat anugerah wisata Jawa Timur. Yang tak kalah menarik ada Nongko Ijo, hutan pinus yang indah, Monumen Kresek (monumen G30-S PKI) serta Wisata Grape yang cocok sekali untuk outbond,” papar gadis manis yang ramah ini.

Mahasiswi asli Madiun ini juga tengah menggeluti Tugas Akhir yang juga bertemakan pariwisata, mahasiswa bimbingan Gunawan Prajitno dan Nindya Sari ini akan menjalani tugas sebagai Nimas sampai dengan bulan Nopember 2019 nanti. Penghargaan diserahkan langsung oleh Ibu Bupati Madiun, Penta Lianawati, SE, M.Si. (AA)