Ditulis pada tanggal 13 April 2017, oleh PWK Universitas Brawijaya, pada kategori Uncategorized

PressconDengan Tema “Social Capital On Water Management: A Social Network Approach To Understanding  Community Involvement On Rural Wellspring Handling In Indonesia” Ir.  Ismu Rini Dwi Ari,  MT., Ph.D, dosen Perencanaan Wilayah dan Kota (PWK), diundang untuk menyampaikan kuliahnya di salah satu universitas terbaik di USA Cornell University.  Dr.  Ismu akan berbicara pada forum SEAP (South East Asia Program) yang akan dilaksanakan 20 April mendatang di George McT.  Kahin Center for Advanced Research In South East Asia di Ithaca, New York,  USA.

Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FT-UB) sendiri mengadakan konferensi press pada hari Kamis, (13/Apr/2016), sehari sebelum keberangkatan Tim UB. Memang, selain memberikan Kuliah Tamu, UB turut mengirim 2 delegasi lainnya untuk merintis kerjasama dengan kampus yang memiliki literatur terlengkap tentang Indonesia ini. kedua delegasi lainnya adalah Maulina Pia Wulandari, PhD, (dosen Publik Relations dan Komunikasi Organisasi, Fakultas Ilmu Sosial Ilmu Politik) dan Ika Nurhayati, Ph.D (dosen Linguistik, Fakultas Ilmu Budaya). Tentu saja dalam kunjungannya Dr. Ismu mengemban tugas untuk memperkenalkan UB pada khususnya dan Malang Raya pada umumnya.

Dr. Ismu menjelaskan bahwa bukan kebetulan dirinya  diundang membawakan kuliah tamu di Cornell University. Perkenalan dirinya di SEAP Gatty Lecture Series ini sebenarnya diinisiasi oleh Rizal Fauzul Sutikno sejawat dosen PWK FT UB yang saat ini sdg studi S3 di universitas yang berdiri tahu 1865 ini.

PressconfPada Kuliah yang akan disampaikan di Kampus peringkat 5 dunia versi 4icu ini   Dr.  ismu akan membahas isu keberlanjutan pengelolaan air bersih perpipaan yang dalam “Universal Declaration Of Human Right” dicantumkan sebagai hak dasar penentu harkat martabat individu dalam masyarakat.

Yang membuat penelitiannya dilirik oleh Kaja M. Mc.Gowan, Associate Professor dan Direktur dari SEAP, adalah bahasan mengenai pendekatan partisipatif dalam pengelolaan air bersih  berbasis komunitas di daerah perdesaan. Penelitian ini sendiri mengambil tempat di desa Toyomarto Singosari Kabupaten Malang.

Dr.  Ismu dengan jeli melihat fenomena sistem penyediaan air bersih di Indonesia oleh pemerintah, dalam hal ini PDAM,  yang masih minim di daerah-daerah pelosok. Faktor perhitungan ekonomi masih menjadi pembatas untuk pemerintah menyediakan fasilitas air bersih untuk warga di daerah- daerah yang jauh dari kota.

Uniknya,  dengan tersedianya mata air di daerah terkait,  secara swadaya masyarakat mengupayakan pengadaan akses air bersih perpipaan untuk desanya. Dalam paparannya Dr. Ismu mengulik tentang bagaimana hubungan yang erat dan solid antar masyarakat di daerah ini, sebagai perwujudan positif modal sosial di masyarakat, yang pada gilirannya memampukan mereka untuk mengelola potensi lokal untuk pemenuhan kebutuhan dasar bersama masyarakat.

Di masa depan, diharapkan ikatan kuat antar masyarakat akan lebih luas jaringannya, sehingga akan semakin memampukan mereka untuk bisa memenuhi akses penyediaan air bersih secara berkelanjutan, tidak saja dari sisi kuantitas namun juga dari sisi kualitas.

Pada bidang keilmuan manajemen sumber daya air, teori yang disampaikan dosen PW&K dengan julukan Bu Ari ini, tergolong masih baru dan belum diterima secara luas di masyarakat internasional.

“Topik Ini akan menjadi penelitian seumur hidup saya! Teori yang saya hasilkan belum banyak diterima bahkan di level tertentu bertentangan dengan teori-teori yang sudah establish saat ini.” ujar Sekretaris Jurusan PWK ini.

“Tapi saya yakin modal sosial yang ada dalam masyarakat kita sangat spesifik dan patut untuk dibanggakan dan dikembangkan!” tutupnya.

Di  Desa Toyomarto, kecamatan Singosari, Kabupaten Malang,  kegiatan penelitian Dr. Ismu dan tim sedang dalam tahap penggodokan sebagai Program Pengabdian Masyarakat di level Universitas Brawijaya dalam upaya konservasi sumber daya air berbasis partisipatif. Pemerintah daerah Kota Malang dan Kabupaten Malang, Angkatan Udara di kecamatan Pakis, Angkatan Darat di kecamatan Singosari, BLKI Singosari serta Perhutani sebagai pemilik lahan menjadi pihak pemangku kepentingan yang akan bersinergi untuk menyukseskan program ini.

Dalam hal ini banyak aspek  yang harus diperhatikan; yang paling utama adalah mengenai kualitas air bersih itu sendiri dan keberlanjutannya. Pemerintah bekerjasama dengan masyarakat setempat untuk tidak hanya memanfaatkan tapi terlebih untuk mempertahankan keberadaan sumber mata air tersebut untuk jangka waktu yang panjang. Pemerintah bisa menjadikan masyarakat setempat sebagai mitra kuat dalam konstruksi pembangunan akses air bersih perpipaan bagi seluruh warga. Proses edukasi menjadi PR pemerintah selain membuat kebijakan positif untuk mendukung program ini.

PressconfeTurut hadir pada acara hari ini, Dr. Ir. Pitojo Tri Juwono, MT, Dekan FT-UB yang juga dosen Teknik Pengairan. Ia menunjukkan minat yang besar pada topik ini dan memberikan pendapatnya sebagai ahli Sumber Daya Air.

Konferensi pers yang dimoderatori oleh Rudy Yuwono, ST, M.Sc, Kepala Sub Bagian Humas FT-UB, diakhiri dengan banjir pertanyaan oleh pewarta Malang Raya yang ditujukan kepada dua ahli di bidang Sumber Daya Air dan Perencanaan Kota ini.

Sumber: FTUB