Ditulis pada tanggal 26 Pebruari 2015, oleh PWK Universitas Brawijaya, pada kategori Uncategorized

FullSizeRender

Setelah melaksanakan visitasi pada 22 November tahun lalu, Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi (BAN-PT) memutuskan nilai dan peringkat akreditasi program studi sarjana Jurusan Perencanaan Wilayah & Kota (PWK) Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) adalah “A”. Keputusan ini tertuang dalam SK Nomor : 004/SK/BAN-PT/Akred/S/I/2015 yang berlaku mulai tanggal 9 Januari 2015 sampai 9 Januari 2020. Jurusan yang berdiri sejak tahun 1998 ini sebelumnya terakreditasi “B”. Dengan status ini, Jurusan PWK UB menjadi salah satu anggota Asosiasi Sekolah Perencanaan Indonesia (ASPI) yang terakreditasi “A” selain ITB, UGM, dan UNDIP.

Menurut Ketua Jurusan PWK, Dr. Ir. Abdul Wahid Hasyim, MSP., pihaknya telah menyiapkan proses akreditasi ini selama  setahun terakhir. Diawali dengan masukan dari Prof. Dr. Ir. Mohammad Bisri, MS yang saat itu menjabat sebagai Dekan FT, jurusan berkomitmen untuk meningkatkan akreditasi dari B menjadi A.

“Kalau kerjanya sudah dimulai oleh pimpinan-pimpinan jurusan yang lalu, kita hanya meneruskan saja,” tandasnya.

Wahid mengatakan, salah satu hal yang menjadi poin tambah penilaian BAN-PT adalah peningkatan kerjasama internasional jurusan. Kegiatan ini diawali dengan menjalin komunikasi dengan kampus yang pernah disinggahi oleh dosen yang menempuh kuliah di luar negeri, salah satunya adalah Kyoto University, kampus pendidikan doktor Sekretaris Jurusan PWK Ismu Rini Dwi Ari, MT., Ph.D. Bekal kerjasama ini hasilnya menjadi poin akreditasi.

“Jurusan juga mendukung tanaga pendidik untuk aktif mengikuti kegiatan seminar baik yang bersifat nasional maupun internasional yang dikoordinir oleh ketua operasional Pak Johannes (Johannes Parlindungan Siregar, ST., MT.),” tambah ia.

11873620_10207865909271718_6289037900548004901_nWahid mengungkapkan, untuk rencana ke depan jurusan akan lebih meningkatkan lagi kerjasama dengan kampus luar negeri. Selain itu, dari kerjasama yang sudah terbentuk selama ini akan dibentuk tim riset bersama. Wahid menambahkan, kerjasama-kerjasama yang ada pun memberikan keuntungan dengan memberi kemudahan bagi dosen yang ingin studi lanjut di luar negeri.

Sementara itu, perubahan status akreditasi ini langsung dirasakan manfaatnya oleh sivitas akademika. Salah satunya adalah alumni yang melamar pekerjaan di Kementerian Pekerjaan Umum (PU) di Bidang Tata Ruang Kota. Kementerian PU mensyaratkan pelamar berasal dari Jurusan PWK yang terakreditasi A. Yang membanggakan, alumni dari PWK UB berhasil menyisihkan kurang lebih 500 pendaftar dari seluruh Indonesia dan menempati peringkat pertama dan keempat dari empat pendaftar yang diterima.

Tak lupa, Wahid mengungkapkan terima kasih baik kepada rekan-rekan yang ada di jurusan maupun fakultas yang telah memberikan dukungan fisik maupun non fisik dan memberikan kemudahahan-kemudahan yang menambah semangat jurusan.

Ia mengaku suasana kerja di jurusan PWK sangat kondusif dan seirama. Sivitas akademika menganggap Jurusan PWK sebagai rumah sendiri, semua merasa memiliki dari yang muda sampai yang senior.  Meskipun sarana dan prasarana tidak mengalami perkembangan, namun Wahid memberikan pengertian pada mahasiswa, dosen, dan karyawan bahwa kegiatan dan prestasi tidak boleh berhenti bertambah.

“Karena sudah merasa jurusan sebagai rumah kita, bagaimanapun semua ingin berjuang, termasuk mahasiswa dan alumni. Kalaupun ruangan kita tidak bisa bertambah, tapi tetap prestasinya yang harus bertambah,” tegasnya. (and)