Ditulis pada tanggal 5 Maret 2015, oleh PWK Universitas Brawijaya, pada kategori Uncategorized

Jurusan Perencanaan Wilayah & Kota (PWK) Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) menggelar seminar internasional bertajuk 2nd International Conference Planning in the Era of Uncertainty (ICPEU) 2015:Sustainable Development. Seminar yang dihadiri ratusan peserta ini diadakan di Gedung Widyaloka UB dan berlangsung pada 3-4 Maret 2015.

Menurut Panitia ICPEU II 2015 Ni Nyoman Samitri Putri, seminar menghadirkan 3 pembicara utama dan 58 pembicara parrarel sessions. Tiga pembicara utama diantaranya adalah Prof. Peter Newman (Professor of Sustainability dari Curtin University), Dr. Ir. Surjono, MTP. (ahli tata kota PWK FTUB), dan Dr. Ir. Hermanto Dadak, M.Sc (Wakil Menteri Pekerjaan Umum Republik Indonesia Kabinet Indonesia Bersatu II).

Sementara 58 pemateri pada pararrel sessions berasal dari institusi dalam dan luar negeri antara lain Kementerian Pekerjaan Umum, Badan Tenaga Nuklir Nasional (BATAN), Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas), Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT), Kumamoto University, Institut Teknologi Bandung (ITB), Universitas Gadjah Mada (UGM), Institut Teknologi Sepuluh November (ITS), Universitas Sebelas Maret (UNS), Universitas Komputer Indonesia Bandung, Institut Teknologi Nasional, Universitas Lambung Mangkurat, Universitas Syiah Kuala, Universitas Kristen Petra, Universitas Islam Bandung, Universitas Islam Riau, dan UB.

Dalam sambutannya di awal kegiatan Ketua Jurusan PWK Dr. Ir. Abdul Wahid Hasyim, MSP mengatakan bahwa pengembangan berkelanjutan akhir-akhir ini menjadi topik krusial, terutama dalam bidang urban and regional palnning. Terlebih setelah United Nationsmencanangkan program Sustainable Development Goals (SDGs) menggantikan Millennium Development Goals (MDGs) yang ditargetkan tercapai di tahun 2015. “Indikator SDGs terdiri dari 3 pilar yakni pengembangan ekonomi termasuk cara mengurangi kemiskinan, pengembangan sosial, serta pengembangan fasilitas dan infrastruktur lingkungan,” katanya.

Senada dengan Abdul Wahid, Prof. Peter Newman sebagai salah satu pemateri memaparkan bahwa sustainable developments butuh untuk memastikan bahwa tujuan sosial terus meningkat disamping menghentikan kerusakan lingkungan dan menumbuhkan perekonomian. Namun hal yang paling utama adalah membuat semua negara di dunia berpartisipasi dalam program ini.

Peter Newman mengakui bahwa SDG’s adalah hal yang sulit, namun berkaca pada kesuksesan MDGs, maka tidak perlu masyarakat merasa pesimis. “The most important thing is we now must got all country in the world to participate. When I heard about the MDGs, I thought no way we can do it, but we believe. Sometimes you have to believe a bit stronger in the future,” katanya. (and)