“Setelah lulus dari PWK UB, saya bekerja di Badan Perencanaan dan Pembangunan Nasional (Bappenas) sebagai tenaga ahli, kemudian diangkat sbg PNS di Kementerian PU. Bekerja di departemen pusat menghadapi persaingan dan tantangan kerja yang kuat. Meski demikian, Alhamdulillah, saya bisa survive. Sebagai alumni PWK UB rasanya kemampuan saya tidak kalah dari alumni perguruan tinggi ‘ternama’ lainnya. Sejak awal bekerja di Kementerian PU saya dipromosikan pada Bidang Bina Program yang merupakan ‘think-tank’ atau ‘otaknya’ Kementerian PU. Sepenuhnya kemampuan saya sekarang diperoleh dari kuliah di PWK UB selama 4 tahun. Masih ingat salah satu wejangan Dosen kala itu: “Anda jangan seperti kura-kura dalam perahu, jangan menutup mata dengan keilmuan lain.” Pesan tersebut memotivasi saya untuk belajar mengenai banyak hal, tidak pada satu bidang keilmuan saja. Dan dalam dunia kerja pesan tersebut terbukti, bahwa sebagai seorang planner professional harus memiliki pengetahuan yang luas. Inilah yang menjadi modal saya sehingga bisa bersaing di departemen pusat. Terimakasih bapak-ibu dosen dan rekan-rekan almamater almamater PWK UB.” – Azibi Taufik Jauhari, ST. (PNS, PWK UB Angkatan 2000)

dwa“Kuliah di Jurusan PWK Universitas Brawijaya telah menjadi pijakan kokoh bagi saya untuk melompat ke dunia internasional. Keilmuan yang diperoleh dari PWK UB (ilmu perencanaan dan softskill) mengantarkan pada kesempatan studi lanjut di ITB dan meraih beasiswa Australian Development Scholarship untuk program Master of Environmental Management, Quensland University, Australia. Hingga akhirnya sekarang kembali ke Jurusan PWK UB sebagai dosen dan peneliti. Kesempatan dan tuntutat untuk mengembangkan keilmuan PWK secara semakin terbuka lebar, melalui berbagai konferensi internasional, diantaranya Detroit 2012 Conference di Michigan-USA dan Urban Environment Symposium di Gothenburg-Sweden. Dimanapun kaki berpijak saya akan bangga sebagai alumni PWK UB.” – Dimas Wisnu Adrianto, ST., MT., M.Env.Man (Dosen, PWK UB Angkatan 1999)

RP“PWK UB itu keren, peluang kerja di manapun bisa dimasuki dan ilmu perencanaan dapat terpakai di banyak bidang. Saya bekerja di Biro Perencanaan Kemendagri yang mengkoordinatori seluruh program kerja Kemendagri. Secara substansi memang ilmu perencanaan wilayah dan kota tidak terpakai sepenuhnya, tetapi ilmu PWK menjadi modal dasar yang sangat memudahkan saya sekarang untuk belajar ilmu ekonomi, hukum, transportasi, pariwista, industri sehingga mudah memahami pembahasan lintas kementerian maupun berbagai urusan di dalam Kemendagri. Disamping itu ritme kerja yg padat waktu terasa tidak masalah karena sejak kuliah di PWK UB kami sudah terbiasa bekerja dalam tekanan waktu. Bekerja dalam tim dan bekerja mandiri adalah siftskill dasar yang saya dapatkan dari perkuliahan di PWK, dan itu sangat mendukung kinerja saya sekarang di Kemendagri. Pokoknya, PWK UB itu luar biasa, baik bapak-ibu dosen dan kawan-kawan mahasiswa semuanya hebat (apalagi angkatan 2003). Tidak akan nyesel kuliah di PWK UB. :)” – Retno Pujiningsih, ST. (PNS, PWK UB Angkatan 2003)

1913790_1063541089168_1081608_n“Yg aku dapet dari pwk di dunia kerja tuh disiplin. aq ngrasa bisa kerja jumbo di kantor.. pusing kalo nganggur sebentar, jadinya kita selalu bisa nyelesain kerjaan tepat waktu. Ya kadang2 juga molor sih. Trus qta juga ngrasa bisa tahan tempa, di tugasin banyak tugas dgn deadline yg hampir bareng tapi kita bisa survive dari pembinaan mental waktu evaluasi ospek ma asistensi skripsi. hehe. ” – Vendy Prayasdika Widharma, ST. (PNS, PWK UB Angkatan 2004)

irma02“Saya Irma Yusfida, PWK UB Angkatan 2002. Saat ini saya bekerja di Biro Perencanaan Kementerian Perhubungan tepatnya di Bagian Rencana. Perjalanan menuju posisi kerja yang sesuai background pendidikan saya juga tidak mudah bagi saya. Saya sempet ke konsultan dan nyasar ke Bank yang smpt memupuskan impian bisa ketemu materi PWK lagi. Tahun 2009 saya baru bisa kembali on track berkat dterima di Kemenhub. Ilmu yang saya terima di PWK UB sangat bermanfaat sekali pada saat mengawal penetapan lokasi untuk bandara, pelabuhan laut, pelabuhan SDP dan penetapan trase KA. Metode berpikir dan metode penyusunan laporan yang saya pelajari selama di perkuliahan sangat bermanfaat dlm mengawal penyusunan dokumen-dokumen tersebut. Selain itu pengetahuan ttg pembiayaan pembangunan juga bermanfaat dalam penyusunan rencana strategis K/L yang merupakan tugas utama bidang saya.”  – Irma Yusfida, ST, MT. (PNS, PWK UB Angkatan 2002)