Ditulis pada tanggal 10 Mei 2017, oleh PWK Universitas Brawijaya, pada kategori Uncategorized

Program Studi Pengembangan Wilayah UGM pada semester ini mengadakan KKL (Kuliah Kerja Lapangan) 3 bertajuk Studio Perencanaan Pengembangan Wilayah. Mata  kuliah  ini  menekankan  aspek implementasi  teori,  konsep  dan  metode  pembangunan  wilayah  dalam kehidupan  nyata.  Implementasi  tersebut  dilakukan  dalam  rangka  mengabdi kepada  masyarakat,  sehingga  dilakukan  untuk  memenuhi  kebutuhan masyarakat  di  seluruh  dimensi  kehidupan  dalam  suatu  pembangunan  yang berkelanjutan.

Pembangunan berkelanjutan yang diangkat dalam tema KKL ini adalah pengembangan kawasan agropolitan berbasis pembangunan berkelanjutan dengan lokasi Kota Batu. Kota Batu dipilih karena merupakan  salah  satu  kota  yang  telah ditetapkan menjadi kota  agropolitan berdasarkan  Perda Kota  Batu Nomor 3 pasal 16 tahun 2004 tentang rencana tata ruang wilayah Kota Batu 2003 –  2013. Kemudian pada tahun 2007 terbentuklah Pokja Agropolitan melalui keputusan Walikota  Batu.  Kegiatan KKL ini dihadiri oleh 59  mahasiswa/i  dan  5  dosen  pembimbing  Program  Studi Pembangunan  Wilayah,  Departemen  Geografi  Pembangunan,  Fakultas Geografi UGM.

General  Lecture  tentang  Pemahaman  Wilayah  dan  Kota (Understanding Cities and Region) termasuk dalam serangkaian kegiatan  lapangan  KKL  3:  Studio  Perencanaan  Pengembangan  Wilayah (Senin, 8 Mei 2017). Dalam  general lecture  tersebut,  Dosen Universitas  Brawijaya,  Jurusan  PWK yang diwakili oleh Bapak Dr. Ir. Agus Dwi Wicaksono, lic.rer.reg  memberikan paparan  tentang  deskripsi  atau  profil  Kota  Batu  dan  paparan  secara geografis  mengenai  Kota  Batu agar dapat menambah pengetahuan dasar mahasiswa dan dosen pembimbing untuk mengenali wilayah kajiannya.S_6102094777691