Ditulis pada tanggal 30 April 2015, oleh PWK Universitas Brawijaya, pada kategori Uncategorized

Untuk pertama kali, Jurusan Perencanaan Wilayah & Kota (PWK) Fakultas Teknik Universitas Brawijaya (FTUB) menjadi tuan rumah sertifikasi keahlian Ikatan Ahli Perencana (IAP). Kegiatan ini dilaksanakan bekerjasama dengan IAP Jawa Timur dan Lembaga Pengembangan Jasa Konstruksi Daerah (LPJKD) Jawa Timur. Digelar selama dua hari (17-18 April 2015), kegiatan dipusatkan di Auditorium Prof. Ir. Suryono FTUB.

Turut hadir dalam kegiatan ini Ir. Bambang Kusumarijadi (LPJK Nasional), Ir. Imam Prayogo (Dewan Pembina LPJKD Jatim), Ir Soetarmo, Dipl. SE (Dewan Pembina LPJKD Jatim), Ir Suparyadi, MBA (Dewan Pembina LPJKD Jatim), dan Ir. Putu Rudy Setiawan, M.Sc. (Ketua IAP Jawa Timur).

Bertindak selaku asesor adalah Dr. Ir. Agus Dwi Wicaksono, Lic.Rer.Reg (Dosen Jurusan PWK FTUB), Dr. Ir. Ibnu Sasongko, MT (Dosen Jurusan PWK ITN Malang), dan Ir. Juniar Ilham Pramukadianto (Sekretaris IAP Jawa Timur).

Kegiatan sertifikasi keahlian IAP ini banyak menarik minat anggota IAP Jawa Timur. Terbukti sebanyak 97 peserta anggota IAP yang berasal dari alumni sekolah perencanaan PWK FTUB, Institut Teknologi Nasional (ITN) Malang, Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) Surabaya, dan instansi pemerintah daerah mengikuti kegiatan ini. Tidak hanya sertifikasi keahlian, peserta juga mendapatkan Pembekalan Dasar Perencanaan Wilayah & Kota dari panitia.

Putu Rudy Setiawan mewakili panitia menyampaikan bahwa uji kompetensi ini memenuhi ketentuan Peraturan LPJK Nasional Nomor 6 dan 9 Tahun 2013 bahwa kewenangan melaksanakan uji kompetensi ada pada daerah dan dilaksanakan sepenuhnya oleh LPJK Daerah.

Mengenai pelaksanaan sertifkasi keahlian yang jadwalnya berlangsung mundur, Putu Rudy menjelaskan bahwa asosiasi profesi menunggu status validasi dan verifikasi awal terlebih dahulu dengan bekerja sama dengan LPJK.

“Kami mulai dari bulan Januari sudah melaksanakan validasi dan verifikasi awal. Peserta yang belum qualified kami minta untuk melengkapi. Validasi dan verifikasi awal sudah termasuk pre-assessment dari panitia,” ujar dosen PWK ITS ini.

Sementara itu, Ir. Imam Prayogo dari LPJKD Jawa Timur mengatakan bahwa saat ini sertifikasi sangat penting sehingga bukan hanya menjadi tanggung jawab bahkan tetapi tanggung gugat untuk kompetensi profesi. “Bahwa sertifikasi bukan hanya dalam bentuk tanggung jawab, tetapi harus mampu sebagi bentuk tanggung gugat,” katanya.

Pembantu Dekan Bidang Akademik FTUB Dr. Ir. Surjono, MTP selaku tuan rumah mengaku sangat berbahagia pada kesempatan ini PWK FTUB menjadi tuan rumah sertifikasi untuk pertama kali. Surjono berharap suatu ketika nanti PWK FTUB dapat menjadi tuan rumah kembali.

Lebih lanjut, terang Surjono, bulan ini Jurusan PWK FTUB telah mengirimkan proposal kepada DIKTI terkait pengusulan program magister Jurusan PWK. “Silahkan kalau sudah ada yang berminat. Tahun depan InsyaAllah sudah menjadi bagian dari PWK,” ujarnya. (and)