Ditulis pada tanggal 8 Maret 2017, oleh Dian Indah Shofarini, pada kategori Uncategorized

17264355_10212294598178824_2311068520543761807_nSenin dan selasa (6-7 Maret 2017) PWK Universitas Brawijaya berkesempatan menyelenggarakan acara seminar internasional bertajuk The 3rd International Conference in Planning in The Era of Uncertainty (ICPEU) 2017. Seminar internasional ke-3 dengan tema Sustainable Nation ini melanjutkan kesuksesan ICPEU 2 2015 dengan tema Sustainable Development.

diadakan untuk menyelaraskan beberapa perspektif kontekstual terkait inovasi dan kreatifitas yang tetap memperhatikan nilai ekonomi, ekologi, dan sosial agar dapat menciptakan bangsa yang berkelanjutan (sustainable nation) yang berdampak pada peningkatan daya saing berkelanjutan Indonesia. Sustainable nation membutuhkan rekomendasi maupun sinkronisasi dari stakeholder yang terlibat baik dari akademisi, sektor privat maupun pemerintah sehingga nantinya akan menciptakan kota yang inklusif, nyaman dan berkelanjutan.

Selain itu, kegiatan seminar ini merupakan salah satu bentuk penguatan komunikasi lintas keilmuan tersebut dalam kegiatan seminar ini adalah dengan membangun kerangka komunikatif antara peneliti dan praktisi dari berbagai bidang keilmuan (teknik, geografi, MIPA, sosiologi, studi pembangunan dan lainnya) untuk bersama-sama memetakan berbagai ‘driver’ dan ‘alternative scenario’ sebagai solusi yang integratif bagi isu perencanaan wilayah dan kota terkini.

Selain sebagai bentuk untuk memfasilitasi komunikasi lintas keilmuan, kegiatan seminar internasional yang diselenggarakan oleh Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota ini juga sebagai bentuk realisasi atau kontribusi jurusan untuk melaksanakan/mengimplementasikan visi dari Universitas Brawijaya, yaitu “Menjadi universitas unggul yang berstandar internasional dan mampu berperan aktif dalam pembangunan bangsa melalui proses pendidikan, penelitian dan pengabdian kepada masyarakat”. Harapan kegiatan seminar ini adalah Universitas Brawijaya mampu menunjukkan pengembangan pendidikan yang berstandar internasional dengan menanggapi isu-isu pembangunan di dunia. Selain itu juga mampu menunjukkan bahwa arah pengembangan Universitas Brawijaya menuju World Class, Entrepreneural University dapat terwujud.

Tema yang diangkat dalam Seminar Internasional 2017 adalah International Conference in The Era of Uncertainty: Sustainabe Nations. Latar belakang pengambilan tema adalah isu pembangunan ekonomi saat ini yaitu bagaimana menghadapi trade-off antara pemenuhan kebutuhan pembangunan disatu sisi dan upaya mempertahankan kelestarian lingkungan disisi lain. Pembangunan ekonomi yang berbasis sumber daya alam yang tidak memperhatikan aspek kelestarian lingkungan pada akhirnya akan berdampak negatif pada lingkungan itu sendiri karena pada dasarnya sumber daya alam dan lingkungan memiliki kapasitas daya dukung yang terbatas. Dengan kata lain, pembangunan ekonomi yang tidak memperhatikan kapasitas sumber daya alam dan lingkungan akan menyebabkan permasalahan pembangunan dikemudian hari. Tiga pilar yang berada dalam sustainable development adalah ekonomi, sosial dan lingkungan. Tema tersebut diperluas ke dalam beberapa kategori dalam lingkup perencanaan wilayah dan kota yang diuraikan sebagai berikut:

  1. Environment, Infastructure, and Information System

  2. Regional Planning & Public Policy

  3. Urban Planning & Design

Hari pertama seminar (6 maret 2017) diisi oleh Prof Kiyoshi Kobayashi (Kyoto University, Jepang) dan Prof Hans Westlund (KTH Stockholm, Swedia). Prof Kobayashi bercerita mengenai Collective Evacuation Rules and Unforseen Risk in Volcanic Disasters, sedangkan Prof Westlund memaparkan mengenai Urban-Rural Relations in a Post-Urban World. Meskipun Walikota Surabaya (Bu Risma Triharini) berhalangan hadir karna jadwal beliau yang sangat padat, acara seminar cara hari pertama sukses dibuka oleh Rektor Universitas Brawijaya, Prof Muhammad Bisri.

IMG_3999 17239826_10212294646420030_1066130502609463941_o

 Hari kedua seminar (7 maret 2017) diisi oleh Dr Emil Dardak (Bupati Kabupaten Trenggalek), Dr. Surjono (PWK UB), Prof Masaaki Okamoto (Kyoto University, Jepang) dan Mr Oda (Kyoto University, Jepang). Dr Emil bercerita mengenai perencanaan wilayah di Kabupaten Trenggalek, Dr Surjono memberikan paparan mengenai lessons learnt from and sustainability assessment of Indonesian urban kampung, Prof Okamoto menyampaikan Politics of ICT in Southeast Asia. sedangkan Mr Oda menyampaikan Initiatives of Kyoto University ASEAN Center on Exploring New Horizons in Collaborations between ASEAN and Kyoto Univ.

DSC07441

Antusiasme peserta dan pemakalah yang sangat bersemangat membuat acara ICPEU 2017 ini berjalan dengan lancer dan sukses. Sebagai panitia kami mengucapkan terima kasih banyak telah berpartisipasi dan bersenang-senang bersama kami. Sampai bertemu di The 4th ICPEU 2019.