Ditulis pada tanggal 12 Juni 2015, oleh PWK Universitas Brawijaya, pada kategori Uncategorized

Masih terasa euphoria berita membahagiakan dari Tri Mulyani Sunarharum (PWK UB angkatan 2006) yang baru saja terpilih sebagai Mahasiswa Terbaik Tahun 2015 di Queensland University of Technology. Wanita yang lebih sering disapa Yani merupakan mahasiswa internasional dan asal Indonesia pertama yang mendapat penghargaan tersebut. Yani juga menjadi mahasiswa PhD pertama yang menerima penghargaan tersebut. Yani sekarang ini sedang menyelesaikan pendidikan doktoral di bidang Urban dan Regional Planning di Fakultas Sains dan Teknik di universitas tersebut.

“Saya terkejut bisa mendapat penghargaan tersebut. Tidak menyangka bahwa saya yang akan mendapatkannya. Masuk nominasi saja sudah bangga,” kata Yani dalam percakapannya dengan wartawan ABC Australia Plus Indonesia L. Sastra Wijaya hari Selasa (9/6/2015).

“Saat mengetahui bahwa saya memenangkan awards ini, selain merasa surprise dan sangat bersyukur, jujur sesungguhnya saya juga merasa ada kebanggaan tersendiri sebagai Bangsa Indonesia,” ucapnya.

“Ternyata sesungguhnya pelajar Indonesia juga bisa mendapat penghargaan bergengsi semacam ini dan membuat nama bangsa lebih dikenal dan diperhitungkan oleh komunitas dan universitas di luar negeri,” tambah Yani, yang sebelumnya merupakan asisten dosen di Universitas Brawijaya Malang.

Ini adalah kali kedua Yani masuk dalam nominasi sebagai mahasiswa teladan. Tahun sebelumnya Yani juga dinominasikan dalam ajang yang sama namun tidak berhasil menyabet sebagai juara. Untuk mendapatkan nominasi tersebut, Yani dinominasikan oleh Alumni QUT Chapter Indonesia, salah seorang Staf QUT International dan juga dari Fakultas Sains dan Teknologi. Setiap tahunnya mahasiswa terbaik adalah mereka yang tidak saja berprestasi baik di bidang akademis namun juga memberikan kontribusi kepada masyarakat luas baik komunitas lokal maupun internasional.

Selain di bidang akademis, Yani juga sangat aktif dalam bidang non akademis. Yani sendiri aktif dalam kepengurusan Persatuan Pelajar Indonesia Australia (PPIA) dan dalam kepengurusan sekarang menjadi Ketua II membidangi kegiatan eksternal. Dia juga sering tampil dalam berbagai kegiatan kemasyarakatan sebagai penari, dan penyanyi. Dia adalah pendiri kelompok pencinta seni multibudaya di QUT. Sebagai Wakil Ketua PPIA Cabang QUT, Yani juga terlibat dalam kepanitiaan yang memfasilitasi kunjungan Presiden Indonesia Joko Widodo ke universitas tersebut di sela-sela KTT G20 di Brisbane tahun lalu.

Setelah menyelesaikan pendidikan S1 di Fakultas Teknik Brawijaya Malang, Yani memulai pendidikan Masternya di QUT di tahun 2012 sebelum kemudian dilanjutkan dengan pendidikan doktornya di tahun 2013, dan akan selesai di akhir tahun 2015. (IF)

sumber: http://www.australiaplus.com/indonesian/2015-06-09/mahasiswa-phd-asal-indonesia-terbaik-di-qut/1456742