Ditulis pada tanggal 12 Agustus 2019, oleh PWK Universitas Brawijaya, pada kategori Uncategorized

Jurusan Perencanaan dan Kota memiliki mata kuliah wajib yaitu Kuliah Kerja Lapang (KKL). Mata kuliah ini mewajibkan mahasiswa untuk mengikuti kegiatan skala internasional seperti lokakarya, internship/magang singkat, dan seminar internasional. Pada tanggal 27 Juli hingga 2 Agustus 2019, 8 mahasiswa PWK angkatan 2016 mengikuti KKL berupa workshop on rural planning di Kyoto University. Workshop on Rural Planning bagian dari kegiatan kolaborasi rutin antara Kyoto University dan Jurusan Perencanaan Wilayah dan Kota FT UB. Selama 7 hari tersebut, mahasiwa PWK belajar mengenai penataan ruang terutama perencanaan desa. Kyoto University adalah salah satu institusi pendidikan mitra Jurusan Perencanaan Wilayah dan kota, dan Fakultas Teknik Universitas Brawijaya. Selaku dosen pendamping dalam kegiatan ini adalah AR. Rohman Taufiq Hidayat,ST.,M.AgrSc.


Kegiatan workshop diselenggarakan oleh lab. Sustainable Rural Development. Kegiatan utama workshop desa mengambil tempat di kampus Kyoto University selama 5 hari dan Desa Wisata Koya, Kota Ayabe, Prefektur Kyoto, Jepang selama 2 hari. Selama workshop di Kyoto University, mahasiswa berkunjung ke Lab. Sustainable rural development dan Lab. Planning and Management Systems.

Selama di Kyoto University, mahasiswa tidak hanya belajar mengenai perencanaan desa, tetapi juga belajar tentang perencanaan kota. Hubungan desa dan kota sangat erat sehingga perlu mempelajari dari sisi ilmu perencanaan kota. Mahasiswa berkunjung ke Stasiun Kyoto dan mencoba sistem transportasi publik perkotaan. Kyoto adalah salah satu destinasi wisata utama Jepang. Mahasiswa dapat belajar mengenai manajemen transportasi dan perencanaan kota tersebut. Narasumber terkait perencanaan kota dan transportasi tersebut adalah Assoc. Proffesor Kakuya Matsushima.

Tanggal 31 hingga tanggal 1 agustus 2019, workshop on rural planning dilakukan di Desa Wisata Koya. Desa Koya adalah salah satu desa terbaik untuk kegiatan revitalisasi desa se-Jepang. Sehingga cocok untuk dijadika case study dalam kegiatan workshop ini. Di desa ini, mahasiswa memperoleh ilmu tentang revitalisasi desa. Tipikal desa di Jepang adalah desa yang dihuni oleh generasi tua akibat urbanisasi. Workshop di desa ini dipandu oleh Assoc. Professor Kenichiro Onitsuka. Mahasiswa belajar bagaimana agarĀ  aktivitas desa kembali berdenyut dan menarik masyarakat kota untuk kembali ke desa. Aktivitas yang diikuti oleh mahasiswa antara lain kuliah singkat mengenai revitalisasi desa dan mengikuti jelajah desa.

Setelah mengikuti kegiatan KKL ini, mahasiswa diharapkan memperoleh ilmu tentang penataan ruang terutama di pedesaan di Jepang untuk diterapkan di Indonesia.

/FIQ