Ditulis pada tanggal 20 September 2019, oleh PWK Universitas Brawijaya, pada kategori Uncategorized

Dalam rangka inisasi kerjasama Dinas Koperasi dan Dinas Kominfo dengan Pemerintah Azerbaijan, Ketua Jurusan PWK UB, Bapak Dr. Ir. Abdul Wahid Hasyim hadir bersama delegasi lainnya yang berasal dari bidang akademisi, para UKM dan perwakilan Kementerian Pariwisata RI.
  

Selama berbincang santai dengan Prof. Husnan Bey Fananie, MA selaku duta besar Indonesia untuk Azerbaijan, Pak Wahid (sapaan akrab Bapak Kajur PWK) menerangkan mengenai potensi ekonomi Kota Malang yang tidak bisa dipandang sebelah mata. Hal ini berdampak langsung pada pertumbuhan fisik kota malang. Namun, pertumbuhan yang tidak terkendali akan menjadikan beban bagi kotanya. Sisi perencanaan spatial juga memerlukan perhatian guna mengimbangi pertumbuhan kota kedepan. Disampaikan juga bahwa sebaran UKM dikota malang yang telah menguat dan besar pada umumnya telah terbentuk Kluster apakah karena homogenitasnya (kesamaan produk) ataupun heterogenitasnya (perbedaan produknya sama sekali) sehingga menguntungkan satu dan lainnya.

Berbincang dengan Prof. Husnan sangat gayeng dan lepas. Sehingga tidak jarang juga beliau membandingkan dengan Kota Baku, Azerbaijan. Baku adalah ibu kota sekaligus kota terbesar Azerbaijan. Penduduknya berjumlah 2.045.815 jiwa. Berada di pantai Semenanjung Abşeron bagian selatan, kota ini terdiri atas 2 bagian utama: Pusat Kota dan Kota Dalam. Baku adalah salah satu kota tertua dan terbesar di Timur Azerbaijan.

 

Karakter penduduk kota Baku yang mayoritas muslim, sangat fashionable dan suka barang bagus berkualitas. Sehingga, dapat dijadikan parameter apakah suatu produk bisa diterima ataukah tidak oleh masyarakat Asia-Eropa ini. Melihat dan mengamati produk dan kreasi para UKM kota Malang khususnya, Prof. Husnan optimis untuk keberlanjutannya. Ditunjukkan dengan rasa kagum oleh warga Azerbaijan saat memegang dan keingginan membelinya yang kuat pada produk-produk UKM kota Malang terpilih. Struktur kota Baku yang tertata dengan baik dan ditunjukkan dengan hirarki jalan yang tegas bahkan perhatian untuk para pejalan kaki sangat nyaman menjadikan Kota Baku sangat memanusiakan manusia warganya maupun pendatang. Hal itu menunjukkan bahwa, bagaimanapun upaya suatu kota berupaya meningkatkan perekonomian kota melalui Kota Kreatif (Creative City) tidak boleh melupakan manusianya melalui tata ruangnya yang benar.

 

Titik berat Kota Kreatif (Creative City) adalah ekonomi kreatif, namun apabila melupakan manusianya tujuan besar Kota Cerdas (Smart City) tidak akan tercapai. Karena melalui Smart City seharusnya semua kegiatan dapat menghemat energi, melalui Teknologi Informasi (TI).

Rangkaian acara pada event tersebut selain ramah tamah dengan Pemerintah Negara Azerbaijan. terdapat juga penampilan fashion show serta pameran UKM dari produk-produk kreatif Kota Malang agar dapat terjalin komunikasi bisnis antar 2 negara. produk yang ditampilkan adalah kerajinan batik dan tas kuit yang banyak diminati oleh warga Azerbaijan dan Eropa.

(AWH dan DIS)